Make your own free website on Tripod.com
SMA "ISLAM" MALANG
Sekolahku | Informasi | Ramalan | AKADEMI FANTASI LINK | Tentang kita | Opini

Satellite station

Welcome to our Web Site!

SISWA-SISWI SMU "ISLAM"DISAMAKAN MALANG,
Saya Harap kamu tidak heran dengan adanya web sekolah ini, kalau anda heran dan kagum itu tandanya anda meksa.........
Valentine 4
 

Hundreds of ringtones and graphics for your cell phone Hundreds of ringtones and graphics for your cell phone Unique ringtones and graphics Unique ringtones and graphics Find a ringtone of your favorite song Find a ringtone of your favorite song Nokia, Motorola, Samsung and Sony Ericsson Ringtones Nokia, Motorola, Samsung and Sony Ericsson Ringtones Nokia Ringtones Nokia Ringtones R&B Ringtones R&B Ringtones Pop Ringtones Pop Ringtones Polyphonic Ringtones Polyphonic Ringtones Ringtones, Graphics, Horoscopes, Lottery and Weather Alerts Ringtones, Graphics, Horoscopes, Lottery and Weather Alerts 100s of Ringtones 100s of Ringtones 100s of Ringtones 100s of Ringtones 100s of Ringtones

Menyemai Tali Ukhuwah
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

DALAM suatu riwayat Rasulullah Saw. pernah bertanya kepada para sahabatnya, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?" Sahabat menjawab, "Tentu saja!" Rasulullah pun kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan" (H.R. Bukhari-Muslim).

Saudaraku, dari hadis di atas dapat kita renungkan bahwa betapa besar nilai sebuah jalinan persaudaraan. Oleh karena itu, memperkokoh pilar-pilar ukhuwah islamiyah merupakan salah satu tugas penting bagi kita.

Lalu, bagaimanakah agar ruh ukhuwah tetap kokoh? Rahasianya ternyata terletak pada sejauhmana kita mampu bersungguh-sungguh menata kesadaran untuk memiliki kalbu yang bening bersih dan selamat. Karena, kalbu yang kotor dipenuhi sifat iri, dengki, hasud, dan buruk sangka, hampir dapat dipastikan akan membuat pemiliknya melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang justru dapat merusak ukhuwah. Mengapa? Sebab bila di antara sesama muslim saja sudah saling berburuk sangka, saling iri, dan saling mendengki, bagaimana mungkin akan tumbuh nilai-nilai persaudaraan yang indah?

Sekali lagi Saudaraku, adakah rasa persaudaraan dapat kita rasakan dari orang yang tidak memiliki kemuliaan akhlak? Tentu saja tidak! Kemuliaan akhlak tidak akan pernah berpadu dengan hati yang penuh iri, dengki, ujub, riya, dan takabur. Di dalam qalbu yang kusam dan busuk inilah justru tersimpan benih-benih tafarruq (perpecahan) yang mengejawantah dalam aneka bentuk permusuhan dan kebencian terhadap sesama muslim.

Dengan demikian, bila ada dua bangsa yang berperang, sekurang-kurangnya salah satu di antara mereka adalah sekumpulan manusia bejat akhlak, tamak, dan terbius oleh gejolak nafsu untuk melemahkan pihak yang lain.

Bila dua suku berseteru, setidaknya satu di antara mereka adalah manusia bermental rendah dan hina karena (mungkin) merasa sukunya lebih tinggi derajat kemuliaannya. Bila dua keluarga tak bertegur sapa, sekurang-kurangnya salah satunya telah terselimuti hawa nafsu, sehingga menganggap permusuhan adalah satu-satunya langkah yang bisa menyelesaikan masalah.

Selanjutnya, tanyakanlah kepada diri masing-masing. Adakah kita saat ini tengah merasa tidak enak hati terhadap adik, kakak, atau bahkan ayah dan ibu sendiri? Adakah kita saat ini masih menyimpan kesal kepada teman sekantor karena ia lebih diperhatikan oleh atasan?

Bila demikian halnya, bagaimana bisa terketuk hati ini ketika mendengar ada seorang muslim yang teraniaya, ada sekelompok masyarakat muslim yang diperangi? Bagaimana mungkin kita mampu bangkit serentak manakala hak-hak muslim dirampas oleh kaum yang zalim? Bagaimana mungkin kita akan mampu menata kembali kejayaan umat Islam?

Nah, dari sinilah seyogianya memulai langkah untuk merenungkan dan mengkaji ulang sejauhmana kita telah memahami makna ukhuwah islamiyah. Karena, justru dari sini pula Rasulullah Saw. mengawali amanah kerasulannya. Betapa Rasul menyadari bahwa menyempurnakan akhlak pada hakikatnya adalah mengubah karakter dasar manusia. Karakter akan berubah seiring munculnya kesadaran setiap orang akan jati dirinya. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran adalah jihad karena kesadaran merupakan sebutir mutiara yang hilang tersapu berlapis-lapis hawa nafsu.

Manakala kesadaran telah tersemai, jangan heran kalau Umar bin Khaththab yang pemberang adalah manusia paling pemaaf kepada musuhnya yang telah menyerah di medan perang. Seorang sahabat menempelkan pipinya di tanah dan minta diinjak kepalanya oleh sahabat bekas budak hitam yang telah dihinanya. Para sahabat yang berhijrah bersama Rasul ke Madinah, dipertautkan dalam tali persaudaraan yang indah dengan kaum Anshar, sementara kaum Muslimin Madinah ini rela berbagi tanah dan tempat tinggal dengan saudara-saudaranya seiman seaqidah tersebut.

Saudaraku, kekuatan ukhuwah memang hanya dapat dibangkitkan dengan kemuliaan akhlak. Oleh karena itu, tampaknya kita amat merindukan pribadi-pribadi yang menorehkan keluhuran akhlak. Pribadi-pribadi yang aneka macam buah pikirannya, sesederhana apa pun, adalah buah pikiran yang sekuat-kuatnya dicurahkan untuk meringankan atau bahkan memecahkan masalah-masalah yang menggelayut pada dirinya sendiri maupun orang-orang di sekelilingnya sehingga berdialog dengannya selalu membuahkan kelapangan.

Tatapan matanya adalah tatapan bijak bestari sehingga siapa pun niscaya akan merasakan kesejukan dan ketenteraman. Wajahnya adalah cahaya cemerlang yang sedap dipandang lagi mengesankan karena menyemburatkan kejujuran itikad. Sementara itu, senyum yang tak pernah lekang menghias bibirnya adalah sedekah yang jauh lebih mahal nilainya daripada intan mutiara. Tak akan pernah terucap dari lisannya, kecuali untaian kata-kata yang penuh hikmah, menyejukkan, membangkitkan keinsyafan, dan meringankan beban derita siapapun yang mendengarkannya.

Jabat tangannya yang hangat adalah jabat tangan yang mempertautkan seerat-eratnya dua hati dan dua jiwa yang tiada terlepas, kecuali diawali dan diakhiri dengan ucapan salam. Kedua tangannya teramat mudah terulur bagi siapa pun yang membutuhkannya. Sementara itu, bimbingan kedua tangannya, tidak bisa tidak, selalu akan bermuara di majelis-majelis yang diberkahi Allah Azza wa Jalla.

Dengan demikian, umat Islam harus memanfaatkan momentum hijriyah ini dengan berhijrah dari keberpecahbelahan menuju ukhuwah islamiyah, seraya menepis remah-remah jahiliyah dari hati ini. Memiliki qalbu yang bersih dan selamat harus di atas segala-galanya agar kita mampu mengevaluasi diri dengan sebaik-baiknya dan menatap jauh ke depan agar Islam benar-benar dapat termanifestasikan menjadi rahmatan lil 'aalamiin dan umat pemeluknya benar-benar menjadi "sebaik-baik umat" yang diturunkan di tengah-tengah manusia. Wallahu a'lam. ***

ILALANG LIAR : CATATAN KECIL SEORANG ANAK MANUSIA....

ilalang... nama tumbuhan yang bisa hidup di mana saja. Di pinggiran jalan, ditepian sungai di halaman rumah, di tanah-tanah lapang, di lembah, di ngarai, bahkan di pebukitan dan pegunungan. ilalang bisa hidup hampir di semua keadaan, di musim hujan dan musim kemarau.. bisa mempertahankan diri / eksis dalam semua keadaan itulah yang terjadi selama ini pada makhluk yang bernama ilalang. Panggil aku
Lang atau Lalang atau ilalang, nama yang biasa, biasa saja. Lang memang tidak setegar ilalang liar, bisa hidup dalam semua keadaan, bisa menerima hidup apa adanya. Tapi Lang mau coba, untuk hidup BERSAHAJA DAN PENUH SEMANGAT.......

Sajak Anak 8 Tahun Menjelang Pemilu

Publikasi: 09/01/2004 13:51 WIB

eramuslim - Hari ini Faiz pulang cepat dari sekolah. Sambil bermain komputer, ia menanyakan berbagai hal tentang Pemilu 2004. Tentang KPU, usia pemilih dan yang dipilih, tentang artis yang menjadi caleg, tentang apa dan siapa yang disebut politikus busuk, soal bagaimana mekanisme pemilihan bagi para tunanetra dan masih banyak lagi. Saya sampai kewalahan menjawabnya. Ia terus mengoceh ini itu. Saya katakan, "Bagaimana kalau Faiz tulis apa yang ingin Faiz sampaikan seperti biasa? Siapa tahu bisa jadi puisi bagus?"

"Iya, Bunda," katanya ringan.

Tapi kemudian ia menghilang dan saya temukan sedang asyik membaca buku cerita "Kluntung Waluh" di garasi. Satu jam kemudian ia sudah sibuk menceritakan kembali isi buku tersebut pada kedua pembantu kami.

Kluntung Waluh bercerita tentang seorang anak kecil miskin yang lahir tanpa kaki dan tangan. Namun ia tak pernah mengeluh dan rajin membantu ibunya. "Anak kecil aja bisa begitu!" seru Faiz.

Ia kembali masuk ke kamar dan duduk di depan komputer. Saya pikir, ia akan bermain game atau menulis tentang Kluntung Waluh yang telah menyentuh hatinya. Ternyata tidak.

Menjelang salat jum'at, jadilah puisi di bawah ini. Puisi yang sangat menyentuh bagi saya, hingga saya menitikkan airmata. Dan sambil memiringkan kepalanya, menatap saya serius, Faiz malah bertanya, "Mengapa sih bunda menangis lagi karena puisi?"


SAJAK ANAK 8 TAHUN, MENJELANG PEMILU

Bunda.
mengapa anak 8 tahun.
tak boleh ikut pemilu?

Karena kalau kami bisa memilih.
kami akan pilih.
mereka yang berbudi.
dan selalu peduli.
yang tak pentingkan diri sendiri
tak pernah melanggar hukum.
serta paling anti korupsi.

Kami pasti memilih
mereka yang berwawasan
namun takut pada Tuhan.

Tak usah tawari kami uang.
apalagi permen atau mainan.
kami tiada sudi.
sebab kami pemilih sejati.
yang rindu senyuman negeri.

maka orang-orang yang tak bersih.
menyingkirlah dari jalan ini.

Bunda, mengapa anak 8 tahun.
tak boleh memilih.
dan harus menunggu.
sampai 2014?

Sebab andai bisa memilih.
dalam pemilu ini,
kami akan pastikan yang terbaik.
bagi Indonesia.

9 Januari, 2004, Abdurahman Faiz.

Helvy Tiana Rosa

*Faiz Abdurrahman, adalah pemenang Pertama Lomba Menulis Surat untuk Presiden Tingkat Nasional, Kategori Kelas I-III SD dalam Rangka Hari Anak 2003, dan diumumkan pada 10 Agustus 2003, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Computer Chip 1

Blank CDs: 20% off
 

You can e-mail us at: wahyu_prananta@yahoo.com

Our Company * Any Street * Anytown * US * 01234